Gejala Penyakit MERS Mewabah di Timur Tengah

MERS-cov Virus di Timur Tengah

MERS-cov Virus di Timur Tengah

Pengertian MERS – MERS atau Middle East Respiratory Syndrome adalah penyakit pernafasaan akut yang sedang mewabah di Timur Tengah. Penyakit ini pertama kali ditemukan tahun 2012, tapi tidak banyak kasus yang dijumpai pada tahun itu. Pada awal tahun 2014 penyakit ini berkembang pesat, bahkan dilaporkan sudah lebih dari 64 jiwa meninggal di Timur Tengah yang diduga mengidap MERS. Penyakit ini merupakan suatu penyakit pernafasan yang disebabkan oleh corona virus yang disebut Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-Cov). Maka dari itu penting sekali kita mengetahui gejala MERS.

Struktur kondisi virus ini berbeda dengan corona virus yang lain yang telah ditemukan sebelumnya, yaitu Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) atau penyakit akut pernafasan, sehingga kelompok studi corona virus dari Komite Internasional untuk Taksonomi Virus memutuskan bahwa novel corona virus tersebut dinamakan sebagai MERS-Cov. Kebanyakan hewan yang menularkan virus MERS adalah unta dan hewan yang menularkan virus SARS adalah unggas dan kelelawar.

Gejala dan Penularan MERS-Cov

Sebagian besar pasien yang terinfeksi MERS-Cov akan berkembang menjadi penyakit saluran pernapasan yang berat dengan gejala demam, batuk, dan napas pendek. Sekitar separuh dari jumlah penderita yang mengidap MERS ini meninggal. Sebagian dari penderita yang lain dilaporkan menderita penyakit saluran pernapasan tingkat sedang.

Gejala awal sesak nafas

Gejala awal sesak nafas

Sampai saat ini, masih terus dilakukan penelitian mengenai pola penularan MERS-Cov, karena telah ditemukan kasus adanya penularan dari manusia ke manusia yang telah melakukan kontak fisik dengan penderita. Penularan dari pasien yang terinfeksi kepada petugas kesehatan yang merawat juga diamati.

Vaksin dan Pengobatan

Hingga saat ini belum ditemukan vaksin yang spesifik dapat mencegah infeksi MERS-Cov dan juga belum ditemukan obat pasti untuk penyakit MERS- Cov. Pengobatan dilakukan hanya untuk mengobati gejala dan perbaikan kondisi pasien saja. Selain itu, belum ditemukan juga metode pengobatan yang secara spesifik dapat menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh MERS-Cov. Perawatan medis hanya bersifat supportive untuk meringankan gejala. Tes laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk MERS-Cov sudah tersedia di Kementerian Kesehatan dan beberapa laboratorium internasional.

Tips bagi anda yang akan bepergian ke Timur Tengah

Hal yang perlu diantisipasi oleh masyarakat yang akan berpergian ke Timur Tengah yaitu jika Anda merasa demam dan gejala sakit pada saluran pernapasan bagian bawah, seperti halnya: sesak napas, batuk dalam kurun waktu 14 hari sesudah perjalanan, segera periksakan ke dokter. Untuk mengurangi resiko terjadi penularan penyakit saluran pernafasaan dan untuk melindungi diri anda hendaknya melakukan langkah pencegahan sebagai berikut :

  1. Tutuplah hidung dan mulut dengan tisu ketika batuk ataupun bersin dan segera buang tisu tersebut ke tempat sampah
  2. Jangan meludah sebarangan
  3. Memakai masker penutup hidung dan mulut, gunakan juga kacamata
  4. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum dicuci
  5. Hindari kontak secara dekat dengan orang yang sedang menderita sakit, misalnya ciuman atau penggunaan alat makan/minum bersama
  6. Bersihkan menggunakan desinfektan / Handrub untuk membersihkan barang-barang yang sering disentuh. Pelajari cara cuci tangan yang baik menurut WHO
  7. Mengkonsumsi multivitamin agar menguatkan sistim imun