Pencegahan Bibir Sumbing

Pencegahan bibir sumbing

Pencegahan bibir sumbing

Pencegahan bibir sumbing

Bibir sumbing merupakan kelainan bawaan yang kebanyakan terjadi di bibir bagian atas. Merupakan cacat akibat kelainan deformitas kongenital yang terjadi karena kelainan pembentukan dan perkembangan wajah selama proses gestasi. Sumbing dapat terjadi di langit- langit bibir, bibir atas dan bawah, ataupun keduanya. Sumbing pada bibir disebut cheiloschisis sedangkan sumbing pada langit-langit mulut disebut palatoschisis. Penanganannya yaitu dengan operasi yang dinamakan palatoplasty dan labioplasty.

Penyebab bibir sumbing

Penyebab celah bibir ada berbagai macam diantaranya usia ibu waktu melahirkan, perkawinan antar penderita celah bibir (bawaan).

  1. Faktor keturunan. Orang tua ada garis keturunan yang mengalami kelainan bibir sumbing
  2. Saat hamil, sang ibu sudah tua (>42 tahun )
  3. Saat hamil ibu terlalu membatasi makanan akibatnya kebutuhan nutrisi buat janin berkurang
  4. Kurang asam folat saat hamil
  5. Saat hamil menggunakan obat- obatan seperti Aspirin, Rifampisin, Fenacetin, Sulfonamide
  6. Tertular penyakit kelamin seperti Sifilis
  7. Mengidap penyakit TORCH
  8. Terkena radiasi seperti Sinar Rontgen
  9. Saat mengandung ibu mengalami stress berat
  10. Terjadi trauma saat kehamilan trimester pertama

Komplikasi yang mungkin terjadi

Jika tidak diatasi dengan segera, maka kondisi ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Pertama adalah gangguan menelan bagi bayi, sehingga nutrisinya juga terganggu, yang bisa mengakibatkan gangguan pertumbuhan. Karena terdapat hubungan antara mulut dan hidung, mungkin saja makanan atau minuman masuk ke dalam saluran pernafasan, hingga terjadi aspirasi, jalan nafas tersumbat. Hal ini merupakan masalah serius, karena dapat mengakibatkan kematian.

Operasi

Untuk mengatasi bibir sumbing, tidak ada cara lain selain operasi. Untuk itu perlu setidaknya tiga tahapan yang harus dipersiapkan oleh orang tua. Pertama adalah perisapan sebelum operasi, yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa asupan nutrisi memadai. Salah satu patokannya adalah berat badan sesuai dengan usia anak. Intinya harus sesuai rumus : RULE OF TEN
1. 10 pound (4-5 kg) berat badan
2. >10g% (kadar Hemoglobin/Hb)
3. > 10 weeks (usia lebih 10 minggu)

Pencegahan bibir sumbing

Trimester I
Pada usia kehamilan 1-3 bulan, tubuh ibu masih berusaha menyeuaikan terhadap awal kehamilan. Biasanya, ibu hamil kehilangan selera makan, mengalami mual muntah, akibat proses anabolisme, yaitu tubuh menyimpan zat gizi dari makanan yang diserap setiap hari sebagai cadangan untuk trimester berikutnya .
Dalam keadaan seperti ini sebaik nya ibu makan- makanan yang kering.

Trimester II
Saat kehamilan telah memasuki 4-6 bulan, janin mulai tumbuh pesat hinga 10 gr per hari. Ibu harus meningkat kan kualitas gizi pada masa ini untuk persiapan pembentukan saat menyusui nanti.

Trimester III
Ketika usia kehamilan mencapai 7-9 bulan, janin mulai membentuk otak dan tumbuh semakin pesat. Karena memerlukan energi yang cukup besar, janin harus diberi gizi yang lengkap sebagai zat tenaga, pembangun dan pengatur.

Nutrisi Penting Saat Hamil
Kebutuhan Gizi ibu hamil terus meningkat seiring pertambahan usia kehamilan. Zat-zat gizi yang perlu mendapat perhatian dalam konsumsi ibu hamil adalah sebagai berikut :

  • Sumber tenaga yang meliputi karbohidrat dan lemak
  • Protein sebagai pembentuk jaringan baru
  • Vitamin diperlukan untuk memperlancar proses biologis
  • Mineral meliputi kalsium dan zat besi

Pola makan yang benar sebagai berikut :

  • Ibu harus makan 3 kali sehari secara teratur.
  • Makanan harus mengandung cukup gizi dan diusahakan minm susu 1 gelas setiap hari
  • Makanan di usahakan beragam
  • Ibu harus makan berbagai makanan yang segar

Add a Comment

Your email address will not be published.